Seminggu yang lalu merupakan waktu yang relatif luang bagiku. Karena koneksi internet dikantor yang lambat akhirnya coba2 untuk bermain-main dengan rework station (solder uap), karena ada satu solder uap yang jarang dipake. Setelah muncul ide untuk main2 solder uap, trus mikir, kira2 apa ya yang bisa dijadikan “kelinci percobaan”, hmmm akhirnya, karena yang ada cuma mainboard Pentium 2, akhirnya mainboard tersebut yang dijadikan “korban”.
Setelah sesaji disiapkan, akhirnya ritual pun dimulai. Dengan mengeset solder uap pada suhu 380 derajat celcius dan menunggu 30 detik untuk memastikan sudah panas (saat sudah panas dapat dicek dengan menyemburkan uap pada timah jarak 1 cm, dan bila timah tersebut meleleh, maka solder uap bisa dipake).

Komponen pertama yang akan kucabut adalah mikrokontroler AT90S1200, trus aku terusin ke IC2 TTL seperti 7400 yang berbentuk SMD, trus ada juga sensor suhu yang sudah terdapat ADC didalamnya (hanya 8 pin lagi), trus nyopot FET untuk catu prosesor (lumayan dapat 2 FET dengan kemampuan sampe 40 A), trus dapat juga driver untuk UART. Setelah dipreteli kemudian cek komponen tersebut, dan, hmmmm, ternyata komponen2 tersebut masih berfungsi, cuma untuk mikrokontrolernya terkunci. Setelah selesai main2 dengan menggunakan solder uap, kini saatnya mreteli koneksi2 seperti soket UART (COM1,COM2), soket PS/2 dan soket USB. Untuk melepas soket2 ini aku tidak menggunakan solder uap, tapi hanya menggunakan solder biasa dengan daya 40 watt. Untuk melepas ini diperlukan attraktor (penyedot timah) yang vakum.
Juni 26, 2008 pukul 10:56 pm |
Lha trus kalo mo reparasi mainboard yang mati mendiagnosanya kira2 gimana ya. maklum gua masih awam untuk elektronya
September 1, 2008 pukul 4:21 pm |
Salam kenal
kalo mo nyopot elco yang kembung dari mobo bagaimana caranya yach?, saya ndak punya solder uap yang ada hanya solder biasa. Terima kasih
November 6, 2008 pukul 4:16 pm |
Ikutan ah.
Nambahin dikit nih. Mungkin ada sebagian yang gak ngerti apa itu gondorukem.
Gondorukem tuh nama lainnya ‘Ka’ atau ‘Siongka’ mirip ama bahan politur warna kuning gelap, malah ada yang coklat kehitaman.
Tapi kayaknya sekarang lebih praktis pake yang bentuk pasta, lebih dikenal dengan ‘Lotfet’
gitu aja tambahannya. makasih
Februari 28, 2009 pukul 12:35 am |
wah kreatif tenan ki mas e.
qita se aliran tapi kalo aq banyak rusaknya,maklum terima bonkar tidak terima pasang.
teruskan ritualnya mas
“Vandalisme++Positifa”
belajar dalam kerusakan
Juli 6, 2009 pukul 11:11 am |
betul…pake solder biasa lebih aman sih..pake solder uap resiko bila tidak pengalaman / berpengalaman pun pada saat melepas kadang lupa bahwa saat melepas ic, elco, dll moncong solder masih mengarah ke spareparts lain, wal hasil ikut kena uap panas deh trus rusak.
mending pake solder biasa aja..(bukan promosi lho). sebelum dicopot elco, atau ic, kasihkan cairan gondurukem istilah umum, siongka untuk kalangan teknisi hape.
tapi awas masang elconya jgn kebalik kaki positif dan kaki negatif..
gitu aja…..met coba..
September 13, 2009 pukul 4:33 am |
boz mangnyac PC pentium 2 dah ada slot USB nyc…??????????????????????????????????
Oktober 9, 2009 pukul 10:25 am |
numpang tanya dong,saya mau lepas transistor di main board double layer sudah coba pakai solder yang 40w,sudah digasih gondorukem tapi masih belum bisa ( ni komponen asli dari luar negeri ) berhubung mendesak saya minta bantuannya,Suwun.
Oktober 12, 2009 pukul 7:54 am |
Pak, gimana sih caranya nge-tes IC bahwa tu barang masid idup?