<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Polong Yang Gak Ijo</title>
	<atom:link href="http://polong.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://polong.wordpress.com</link>
	<description>Hanya Sekedar Corat Coret</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Apr 2011 02:58:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='polong.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Polong Yang Gak Ijo</title>
		<link>http://polong.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://polong.wordpress.com/osd.xml" title="Polong Yang Gak Ijo" />
	<atom:link rel='hub' href='http://polong.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengenal Fiber Optik</title>
		<link>http://polong.wordpress.com/2008/09/05/mengenal-fiber-optik/</link>
		<comments>http://polong.wordpress.com/2008/09/05/mengenal-fiber-optik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 00:37:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>polong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Electrical]]></category>
		<category><![CDATA[fiber optic]]></category>
		<category><![CDATA[multi mode]]></category>
		<category><![CDATA[serat optik]]></category>
		<category><![CDATA[single mode]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://polong.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini merupakan hasil copy paste dari nadasambung.co.cc, sehubungan dengan keinginan untuk mempelajari serat optik, heheheheh Fiber optik adalah sebuah kaca murni yang panjang dan tipis serta berdiameter sebesar rambut manusia. Dan dalam pengunaannya beberapa fiber optik dijadikan satu dalam sebuah tempat yang dinamakan kabel optik dan digunakan untuk mengantarkan data digital yang berupa sinar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=polong.wordpress.com&amp;blog=3076900&amp;post=55&amp;subd=polong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini merupakan hasil copy paste dari nadasambung.co.cc, sehubungan dengan keinginan untuk mempelajari serat optik, heheheheh</p>
<p>Fiber optik adalah sebuah kaca murni yang panjang dan tipis serta berdiameter sebesar rambut manusia. Dan dalam pengunaannya beberapa fiber optik dijadikan satu dalam sebuah tempat yang dinamakan kabel optik dan digunakan untuk mengantarkan data digital yang berupa sinar dalam jarak yang sangat jauh.</p>
<p><span id="more-55"></span></p>
<p>Sebuah kabel serat optik dibuat sekecil-kecilnya (mikroskopis) agar tak mudah patah/retak, tentunya dengan perlindungan khusus sehingga besaran wujud kabel akhirnya tetap mudah dipasang. Satu kabel serat optik disebut sebagai core. Untuk satu sambungan/link komunikasi serat optik dibutuhkan dua core, satu sebagai transmitter dan satu lagi sebagai receiver. Variasi kabel yang dijual sangat beragam sesuai kebutuhan, ada kabel 4 core, 6 core, 8 core, 12 core, 16 core, 24 core, 36 core hingga 48 core. Satu core serat optik yang terlihat oleh mata kita adalah masih berupa lapisan pelindungnya (coated), sedangkan kacanya sendiri yang menjadi inti transmisi data berukuran mikroskopis, tak terlihat oleh mata.</p>
<p><img src="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/detil-core-serat-optik.png" alt="" /></p>
<p>Bentuk kabel dikenal dua macam, kabel udara (KU) dan kabel tanah (KT). Kabel udara diperkuat oleh kabel baja untuk keperluan penarikan kabel di atas tiang. Baik KU maupun KT pada lapisan intinya paling tengah diperkuat oleh kabel khusus untuk menahan kabel tidak mudah bengkok (biasanya serat plastik yang keras). Di sekeliling inti tersebut dipasang beberapa selubung yang isinya adalah core serat optik, dilapisi gel (katanya berfungsi juga sebagai racun tikus) dan serat nilon, dibungkus lagi dengan bahan metal tipis hingga ke lapisan terluar kabel berupa plastik tebal. Dari berbagai jenis jumlah core, besaran wujud akhir kabel tidaklah terlalu signifikan ukuran diameternya.</p>
<p>Memotong kabel serat optik sangat mudah, cukup menggunakan gergaji kecil. Sering terjadi maling-maling tembaga salah mencuri, niatnya mencuri kabel tembaga yang laku di pasar besi/loak malah menggergaji kabel serat optik. Yang sulit adalah mengupasnya, namun hal ini dipermudah dengan pabrikan kabel menyertakan serat nilon khusus di bawah lapisan terluar yang keras sehingga cukup dikupas sedikit dan nilon tersebut berfungsi membelah lapisan terluar hingga panjang yang diinginkan untuk dikupas.</p>
<p>Untuk apa dikupas? Tentunya untuk keperluan penyambungan atau terminasi. Kita lihat dulu bagaimana pulsa cahaya bekerja di dalam serat kaca yang sangat sempit ini. Kabel serat optik yang paling umum dikenal dua macam, multi-mode dan single-mode. Transmitter cahaya berupa Light Emitting Diode (LED) atau Injection Laser Diode (ILD) menembakkan pulsa cahaya ke dalam kabel serat optik. Dalam kabel multi-mode pulsa cahaya selain lurus searah panjang kabel juga berpantulan ke dinding core hingga sampai ke tujuan, sisi receiver. Pada kabel single-mode pulsa cahaya ditembakkan hanya lurus searah panjang kabel. Kabel single-mode memberi kelebihan kapasitas bandwidth dan jarak yang lebih tinggi, hingga puluhan kilometer dengan skala bandwidth gigabit.</p>
<p><strong>Bagian-bagian fiber optik</strong></p>
<p><img src="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/fo1.jpg?w=368&amp;h=247" alt="" /></p>
<p>Core adalah kaca tipis yang merupakan bagian inti dari fiber optik yang dimana pengiriman sinar dilakukan.<br />
Cladding adalah materi yang mengelilingi inti yang berfungsi memantulkan sinar kembali ke dalam inti(core).<br />
Buffer Coating adalah plastic pelapis yang melindungi fiber dari kerusakan.<br />
<strong><br />
Jenis Fiber Optik</p>
<p>1. Single-mode fibers</strong></p>
<p><img src="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/fo2.jpg?w=450" alt="" /></p>
<p>Mempunyai inti yang kecil (berdiameter 0.00035 inch atau 9 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 1300-1550 nanometer)</p>
<p><img src="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/single-mode.gif" alt="" /></p>
<p>inti kaca kabel single-mode umumnya berdiameter 8,3-10 mikron (jauh lebih kecil dari diameter rambut), dan pada multi-mode berukuran 50-100 mikron. Pulsa cahaya yang ditembakkan pada single mode adalah cahaya dengan panjang gelombang 1310-1550nm, sedangkan pada multi-mode adalah 850-1300nm.</p>
<p><strong>2. Multi-mode fibers</strong></p>
<p><img src="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/fo3.jpg?w=450" alt="" /></p>
<p>Mempunyai inti yang lebih besar(berdiameter 0.0025 inch atau 62.5 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 850-1300 nanometer)</p>
<p><img src="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/multi-mode.gif" alt="" /></p>
<p><strong>Cara Kerja Fiber Optik</strong></p>
<p><img src="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/fo4.jpg?w=450" alt="" /></p>
<p>Sinar dalam fiber optik berjalan melalui inti dengan secara memantul dari cladding, dan hal ini disebut total internal reflection, karena cladding sama sekali tidak menyerap sinar dari inti. Akan tetapi dikarenakan ketidakmurnian kaca sinyal cahaya akan terdegradasi, ketahanan sinyal tergantung pada kemurnian kaca dan panjang gelombang sinyal.</p>
<p><strong>Keuntungan Fiber Optik</strong></p>
<p>Murah : jika dibandingkan dengan kabel tembaga dalam panjang yang sama.<br />
Lebih tipis: mempunyai diameter yang lebih kecil daripada kabel tembaga.<br />
Kapasitas lebih besar.<br />
Sinyal degradasi lebih kecil.<br />
Tidak mudah terbakar : tidak mengalirkan listrik.<br />
Fleksibel.<br />
Sinyal digital.</p>
<p><strong>Bagaimana Fiber Optik Dibuat</p>
<p>Making a preform glass cylinder</strong></p>
<p>Proses ini disebut modified chemical vapor deposition (MCVD).<br />
Silikon dan germanium bereaksi dengan oksigen membentuk SiO2 dan GeO2.<br />
SiO2 dan GeO2 menyatu dan membentuk kaca.<br />
Proses ini dilakukan secara otomatis dan membutuhkan waktu beberapa jam.</p>
<p><strong>Drawing the fiber from the preform</strong></p>
<p><img src="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/fo5.jpg?w=450" alt="" /></p>
<p>Setelah proses pertama selesai preform dimasukkan kedalam fiber drawing tower.<br />
Kemudian dipanaskan 1900-2200 derajat celcius sampai meleleh.<br />
Lelehan tersebut jatuh melewati laser mikrometer sehingga preform membentuk benang.<br />
Dilakukan proses coating dan UV Curing. </p>
<p><strong>Testing the Finished Optical Fiber</strong></p>
<p><img src="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/fo6.jpg?w=450" alt="" /></p>
<p>Tensile strength: harus mampu menahan 100.000 lb/inch2 atau lebih.<br />
Refractive index profile : menghitung layar untuk pemantulan optik.<br />
Fiber geometry : diameter Core, dimensi cladding, diameter cloating adalah seragam.<br />
Attenuation : menghitung kekuatan sinyal dari berbagai panjang gelombang dan jarak.<br />
Information carrying capacity : bandwith<br />
Chromatic dispersion : penyebaran berbagai panjang gelombang sinar melalui core.<br />
Operating temperature </p>
<p><strong>Kabel Optik yang sering digunakan :</strong></p>
<p>   1. Distribution Cable<br />
   2. Indoor/Outdoor Breakout Cable<br />
   3. Aerial Cable/Self-Supporting<br />
   4. Hybrid &amp; Composite Cable<br />
   5. Armored Cable<br />
   6. Low Smoke Zero Halogen (LSZH)</p>
<p><img src="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/fo7.jpg?w=450" alt="" /></p>
<p><img src="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/fo9.jpg?w=450" alt="" /></p>
<p><img src="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/fo10.jpg?w=450" alt="" /></p>
<p><img src="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/fo12.jpg?w=450" alt="" /></p>
<p><img src="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/fo13.jpg?w=450" alt="" /></p>
<p>Penyambungan kabel serat optik disebut sebagai splicing. Splicing menggunakan alat khusus yang memadukan dua ujung kabel seukuran rambut secara presisi, dibakar pada suhu tertentu sehingga kaca meleleh tersambung tanpa bagian coated-nya ikut meleleh. Setelah tersambung, bagian sambungan ditutup dengan selubung yang dipanaskan. Alat ini mudah dioperasikan, namun sangat mahal harganya. Inilah sebabnya meskipun harga kabel fiber optik sudah jauh lebih murah namun alat dan biaya lainnya masih mahal, terutama pada biaya pemasangan kabel, splicing dan terminasinya.</p>
<p><img src="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/konektor-kabel-serat-optik.jpg" alt="" /></p>
<p>Pigtail yang disambungkan ke kabel optik bisa bermacam-macam konektornya, yang paling umum adalah konektor FC. Dari konektor FC di OTB ini kita tinggal menggunakan patchcord yang sesuai untuk disambungkan ke perangkat. Umumnya perangkat optik seperti switch atau bridge menggunakan konektor SC atau LC. Cukup menyulitkan ketika menyebut jenis konektor yang kita kehendaki kepada penjual, FC, SC, ST, atau LC.</p>
<p>Setelah kabel optik terpasang di OTB dilakukan pengujian end-to-end dengan menggunakan Optical Time Domain Reflectometer (OTDR). Dengan OTDR akan didapatkan kualitas kabel, seberapa besar loss cahaya dan berapa panjang kabel totalnya. Harga perangkat OTDR ini sangat mahal, meskipun pengoperasiannya relatif mudah. OTDR ini digunakan pula pada saat terjadi gangguan putusnya kabel laut atau terestrial antar kota, sehingga bisa ditentukan di titik mana kabel harus diperbaiki dan disambung kembali.</p>
<p>Ada 2 tipe design kabel serat optik :</p>
<p>   1. Loose-tube construction (buat instalasi di luar ruangan)<br />
   2. Tight buffer construction (buat di dalam gedung)</p>
<p>Kelebihan kabel fiber optic yaitu tidak ada interfensi ke kabel fiber lain. Gak ada gannguan crosstalk seperti pada copper media. Tapi bukan berarti media ini sempuran atau tidak ada gangguannya, kalau instalasinya tidak bener maka akan menimbulkan :</p>
<p>   1. Scattering<br />
   2. Microbend, Macrobend</p>
<p>Untuk keperluan sederhana misalnya sambungan fiber optik antar gedung pada jarak ratusan meter (hingga 15km) kini teknologi bridge/converter-nya sudah semakin murah dengan kapasitas 100Mbps, sedangkan untuk full gigabit harga switch/module-switch-nya masih mahal. Jadi, meskipun harga kabel serat optik sudah di kisaran Rp10.000/m namun total pemasangannya membengkak karena ada biaya SDM yang menarik dan memasang kabel, biaya splicing setiap core-nya, pemasangan OTB, pengujian OTDR, penyediaan patchcord dan perangkat optiknya sendiri (switch/bridge).</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/polong.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/polong.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/polong.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/polong.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/polong.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/polong.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/polong.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/polong.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/polong.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/polong.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/polong.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/polong.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/polong.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/polong.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/polong.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/polong.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=polong.wordpress.com&amp;blog=3076900&amp;post=55&amp;subd=polong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://polong.wordpress.com/2008/09/05/mengenal-fiber-optik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/139d94c62eae5a3e0fad749694bda812?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">polong</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/detil-core-serat-optik.png" medium="image" />

		<media:content url="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/fo1.jpg?w=368&#38;h=247" medium="image" />

		<media:content url="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/fo2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/single-mode.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/fo3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/multi-mode.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/fo4.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/fo5.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/fo6.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/fo7.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/fo9.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/fo10.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/fo12.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://dedenthea.files.wordpress.com/2007/02/fo13.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/konektor-kabel-serat-optik.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Memperbaiki Flasdisk+MP3 Player bermasalah</title>
		<link>http://polong.wordpress.com/2008/08/07/memperbaiki-flasdiskmp3-player-bermasalah/</link>
		<comments>http://polong.wordpress.com/2008/08/07/memperbaiki-flasdiskmp3-player-bermasalah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 00:39:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>polong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Electrical]]></category>
		<category><![CDATA[flash disk]]></category>
		<category><![CDATA[mati]]></category>
		<category><![CDATA[mp3 player]]></category>
		<category><![CDATA[repair]]></category>
		<category><![CDATA[rusak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://polong.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu aku menerima flash disk 256 MB yang didalamnya terdapat MP3 Player yang bermasah. Mungkin karena harga yang sekarang relatif sangat murah, jadi temen ini mending beli baru, dan menyerahkan barang bermasalah tersebut kepadaku, karena dia tahu kalo aku senang ngoprek. Pertama kali aku menerima barang tersebut, aku buka panel belakang, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=polong.wordpress.com&amp;blog=3076900&amp;post=52&amp;subd=polong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e2/Usbkey_internals.jpg/350px-Usbkey_internals.jpg"><img class="alignleft" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e2/Usbkey_internals.jpg/350px-Usbkey_internals.jpg" alt="" width="350" height="336" /></a></p>
<p>Beberapa hari yang lalu aku menerima flash disk 256 MB yang didalamnya terdapat MP3 Player yang bermasah. Mungkin karena harga yang sekarang relatif sangat murah, jadi temen ini mending beli baru, dan menyerahkan barang bermasalah tersebut kepadaku, karena dia tahu kalo aku senang ngoprek.</p>
<p><span id="more-52"></span></p>
<p>Pertama kali aku menerima barang tersebut, aku buka panel belakang, dan ternyata gak ada baterai, akhirnya aku carikan baterai, dan ternyata bisa nyala, cuma ketika mencoba untuk merekam, tiba2 mati. Kemudian coba lagi dinyalakan, dan bisa, tapi ketika mo mencoba untuk merekam, ternyata kembali mati. hmmmm, satu masalah kayaknya bakal bisa teratasi. Trus kemudian aku mencoba untuk menghubungkan flash disk tersebut ke PC, ternyata PC minta memformat, akhirnya aku sanggupi saja untuk memformatnya. Ternyata dengan mode normal dan dicoba berulang2 tetap tidak bisa, akhirnya pilih mode &#8220;Quick&#8221; dan akhirnya berhasil. Dan aku sekarang memiliki tambahan flash disk sebesar 256 MB (walau kenyataannya kurang). Trus sekarang untuk menyelesaikan masalah pada MP3 Playernya, aku membongkar flash disk tersebut, dan ternyata konektor pada kutub positif baterenya kendor (ciri khas sirkuit elektronik yang sudah berumur), akhirnya ku solder ulang kutub positif batere tersebut, dan dicoba lagi. Dan hasilnya, aku sekarang memiliki flash disk+MP3 Player, Gratis, hehehehehe</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/polong.wordpress.com/52/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/polong.wordpress.com/52/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/polong.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/polong.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/polong.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/polong.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/polong.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/polong.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/polong.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/polong.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/polong.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/polong.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/polong.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/polong.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/polong.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/polong.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=polong.wordpress.com&amp;blog=3076900&amp;post=52&amp;subd=polong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://polong.wordpress.com/2008/08/07/memperbaiki-flasdiskmp3-player-bermasalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/139d94c62eae5a3e0fad749694bda812?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">polong</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e2/Usbkey_internals.jpg/350px-Usbkey_internals.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Neon 18 W dengan Aki</title>
		<link>http://polong.wordpress.com/2008/08/07/neon-18-w-dengan-aki/</link>
		<comments>http://polong.wordpress.com/2008/08/07/neon-18-w-dengan-aki/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 00:24:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>polong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Electrical]]></category>
		<category><![CDATA[aki]]></category>
		<category><![CDATA[emergency lamp]]></category>
		<category><![CDATA[neon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://polong.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Setelah lama gak nge blog, karena jaringan kantor yang lemot, akhirnya aku kembali ngeblog lagi. Kali ini aku akan memposting tentang neon dengan aki. Sebenarnya postingan ini mirip dengan postingan terdahulu mengenai neon dengan aki. Hanya saja pada postingan terdahulu neon yang dipake adalah neon 10 W, kali ini dicoba menggunakan neon 18 W. Hal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=polong.wordpress.com&amp;blog=3076900&amp;post=49&amp;subd=polong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah lama gak nge blog, karena jaringan kantor yang lemot, akhirnya aku kembali ngeblog lagi. Kali ini aku akan memposting tentang neon dengan aki. Sebenarnya postingan ini mirip dengan postingan terdahulu mengenai neon dengan aki. Hanya saja pada postingan terdahulu neon yang dipake adalah neon 10 W, kali ini dicoba menggunakan neon 18 W. Hal ini sebenarnya karena ada permintaan dari temen2 untuk membuatkan lampu neon yang bisa dinyalakan dengan sumber daya darurat, karena PLN sering memadamkan listrik, tetapi dengan nyala yang lebih terang dibandingkan dengan neon yang 10 W.</p>
<p><span id="more-49"></span></p>
<p>Rangkaian yang digunakan untuk membuat neon dengan 18 W ini sebenarnya mirip dengan rangkaian terdahulu, hanya saja jumlah lilitan pada transformator yang berbeda. Berikut gambar rangkaian untuk neon 18 W dengan aki:</p>
<p><a href="http://farm3.static.flickr.com/2013/2529413071_22c07b86e8.jpg"><img class="alignnone" src="http://farm3.static.flickr.com/2013/2529413071_22c07b86e8.jpg" alt="" width="423" height="453" /></a></p>
<p>Komponen2 yang digunakan sama dengan komponen pada rangkaian neon dengan aki terdahulu, untuk jumlah lilitan pada transformator adalah:</p>
<p>Untuk L1=25 lilit menggunakan kawat diameter 0.8mm</p>
<p>Untuk L2=30 lilit menggunakan kawat diameter 0.8mm</p>
<p>Untuk L3=600 lilit menggunakan kawat diameter 0.4mm</p>
<p>Untuk cara melilitnya, pertama2 lilit L1 dan L2 pada inti ferit (bekas radio AM) sebanyak 1 lapis, kemudian diatasnya ditumpuk dengan menggunakan lilitan L3 sebanyak 600 lilit (aku membuatnya sebanyak 5 lapis).</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/polong.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/polong.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/polong.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/polong.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/polong.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/polong.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/polong.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/polong.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/polong.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/polong.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/polong.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/polong.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/polong.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/polong.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/polong.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/polong.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=polong.wordpress.com&amp;blog=3076900&amp;post=49&amp;subd=polong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://polong.wordpress.com/2008/08/07/neon-18-w-dengan-aki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/139d94c62eae5a3e0fad749694bda812?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">polong</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2013/2529413071_22c07b86e8.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Neon Dengan Aki</title>
		<link>http://polong.wordpress.com/2008/05/28/neon-dengan-aki/</link>
		<comments>http://polong.wordpress.com/2008/05/28/neon-dengan-aki/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 03:32:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>polong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Electrical]]></category>
		<category><![CDATA[aki]]></category>
		<category><![CDATA[emergency]]></category>
		<category><![CDATA[lamp]]></category>
		<category><![CDATA[neon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://polong.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya emergency lamp. Ya, sebuah alat penerangan yang biasa digunakan ketika listrik dari sumber daya yang kita miliki tidak dapat beroperasi secara normal. Alat ini biasa beroperasi dengan menggunakan tenaga cadangan yang biasanya menggunakan sumber tenaga DC (batere). Akhir2 ini alat ini banyak beredar dipasaran dengan harga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=polong.wordpress.com&amp;blog=3076900&amp;post=48&amp;subd=polong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya emergency lamp. Ya, sebuah alat penerangan yang biasa digunakan ketika listrik dari sumber daya yang kita miliki tidak dapat beroperasi secara normal. Alat ini biasa beroperasi dengan menggunakan tenaga cadangan yang biasanya menggunakan sumber tenaga DC (batere). Akhir2 ini alat ini banyak beredar dipasaran dengan harga yang relatif terjangkau. Alat yang tersedia sudah termasuk rangkaian charger, dan bahkan ada yang memasukkan radio didalamnya. Tulisan ini tidak bermaksud untuk membahas emergency lamp yang ada dipasaran. Namun mencoba untuk membuat sendiri rangkaian untuk menghidupkan lampu neon dari sumber daya DC yang relatif kecil (sekitar 6-12 volt).<br />
<span id="more-48"></span><br />
Menghidupkan neon dengan menggunakan tegangan DC lebih menguntungkan dibandingkan dengan tegangan AC yang biasanya sebesar 220 volt, karena kita tidak tergantung pada penyedia tenaga listrik (PLN), sehingga bila listrik dari PLN padam, kita masih bisa menghidupkan lampu neon dengan sumber energi yang lain yang berada disekitar kita, misalkan aki. Untuk dapat menghidupkan lampu neon dengan sumber daya DC (aki), maka kita membutuhkan rangkaian yang berfungsi untuk menaikkan tegangan DC menjadi tegangan AC sekitar 400 volt. Untuk itu digunakan rangkaian inverter. Rangkaian inverter yang dipakai sebaiknya yang dimpel. Untuk itu rangkaian yang dipakai seperti terlihat pada gambar dibawah:</p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2013/2529413071_22c07b86e8.jpg" alt="" /></p>
<p>Rangkaian diatas dapat dibuat dengan menggunakan komponen2 bekas radio. Pembuatan rangkaian ini tidak akan lebih dari 10.000. Proses pembuatan yang relatif lama adalah pembuatan transformator. Transformator yang dibuat ini untuk L1,L2, menggunakan kawat email diameter 0.8mm dengan jumlah 28 liit, yang dililitkan pada inti ferit. Inti ferit yang dipakai adalah inti ferit dari radio AM jadul, sehingga tidak mengeluarkan beaya. Untuk L3 dibuat dari kawat email 0.1mm dengan jumlah 500 lilit, dililitkan pada inti yang sama. Lampu neon yang dipake disini menggunakan lampu neon 10 watt. Tegangan sumber yang dipake bisa mulai dari 5.8 volt sampai dengan 13 volt.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/polong.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/polong.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/polong.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/polong.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/polong.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/polong.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/polong.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/polong.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/polong.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/polong.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/polong.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/polong.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/polong.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/polong.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/polong.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/polong.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=polong.wordpress.com&amp;blog=3076900&amp;post=48&amp;subd=polong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://polong.wordpress.com/2008/05/28/neon-dengan-aki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/139d94c62eae5a3e0fad749694bda812?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">polong</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2013/2529413071_22c07b86e8.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Desain PCB dengan EAGLE</title>
		<link>http://polong.wordpress.com/2008/05/16/desain-pcb-dengan-eagle/</link>
		<comments>http://polong.wordpress.com/2008/05/16/desain-pcb-dengan-eagle/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 00:38:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>polong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Electrical]]></category>
		<category><![CDATA[eagle]]></category>
		<category><![CDATA[buat pcb]]></category>
		<category><![CDATA[poly]]></category>
		<category><![CDATA[blok]]></category>
		<category><![CDATA[pour]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://polong.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekitar 5 tahun menggunakan Orcad untuk mendesain PCB akhirnya 2 hari yang lalu aku memutuskan untuk migrasi ke Eagle. Keputusanku untuk migrasi ini didasari karena terlalu besarnya program yang ada pada Orcad sehingga bila mau nge print ditempat yang kuinginkan agak repot karena proses instalasi memerlukan kapasitas yang relatif lebih besar. Selain itu juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=polong.wordpress.com&amp;blog=3076900&amp;post=47&amp;subd=polong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sekitar 5 tahun menggunakan Orcad untuk mendesain PCB akhirnya 2 hari yang lalu aku memutuskan untuk migrasi ke Eagle. Keputusanku untuk migrasi ini didasari karena terlalu besarnya program yang ada pada Orcad sehingga bila mau nge print ditempat yang kuinginkan agak repot karena proses instalasi memerlukan kapasitas yang relatif lebih besar. Selain itu juga pada Orcad (sampai dengan saat ini) aku belum bisa untuk memperbesar lubang yang akan dibor, karena untuk pcb dengan jumlah yang banyak, lubang pcb yang akan dibor bila terlalu kecil, susah untuk mempercepat proses kerja.</p>
<p><span id="more-47"></span></p>
<p>Setelah bertanya2 pada mbah google akhirnya aku memutuskan untuk mendownload Eagle seri 4.11 dengan kapasitas sekitar 7 MB (dapat didownload dari <a href="http://www.cadsoft.com">cadsoft.com</a>). Setelah didownload dan proses instalasi selesai, proses belajar pun dimulai. Pada Eage ini, saat pertama kali mbuka program maka yang akan muncul adalah Control Panel seperti pada gambar dibawah:</p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2379/2493737887_49a78b2df3_o.jpg" alt="" width="244" height="268" /></p>
<p>Pada Control panel ini kita menentukan apa yang ingin kita lakukan. Dari sini kita bisa membuat library baru untuk komponen atau bahkan menambahkan (cari library di internet banyak, untuk lebih jelasnya tanya mbah google), membuat schematic bahkan sampai pada proses desain pcbnya. OK. Pertama kali kita masuk untuk membuat skematik diagram, maka setelah memilih schematic , akan muncul layar seperti gambar dibawah:</p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2330/2494557490_236d46e8d5_o.jpg" alt="" width="341" height="376" /></p>
<p>Setelah terbuka layar seperti pada gambar diatas maka kita bisa membuat skematik baru dengan meng-klik (bener gak sih bahasanya) Add, maka akan muncul library untuk skematik yang ingin kita pilih seperti pada gambar dibawah:</p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3003/2494557878_c5998a5cc0_o.jpg" alt="" width="471" height="301" /></p>
<p>Kemudian kita menempatkan komponen2 tersebut sesuai keinginan kita. Sehingga menjadi seperti pada gambar dibawah:</p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3202/2493739723_5b56aca0a3_m.jpg" alt="" width="240" height="137" /></p>
<p>Setelah menyusun dan menempatkan komponen yang akan dirancang, maka kemudian kita menyambung komponen2 tersebut dengan  &#8220;wire&#8221;, satu per satu sehingga menjadi gambar seperti dibawah:</p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3059/2494558544_61cd03e508_m.jpg" alt="" width="240" height="143" /></p>
<p>Kemudian kita perlu menentukan jalur mana saja dipersimpangan seperti pada gambar diatas, yang nyambung dan tidak nyambung dengan menggunakan &#8220;junction&#8221;, dan kita juga perlu membuat &#8220;hole&#8221; untuk spacer pada PCB. Karena di layar board tidak bisa menambahkan komponen, jadi penambahan komponen dilakukan pada layar schematic. Sehingga seperti gambar dibawah:</p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2260/2493739885_83d6ca17ba_m.jpg" alt="" width="240" height="147" /></p>
<p>Setelah skematik diagram selesai maka kita cek dengan menggunakan ERD (electronic rule check), untuk memastikan skematik yang kita gambar tidak ada yang salah. Bila sudah tidak ada yang salah maka kita bisa membuka layar board. Pada kondisi ini akan muncul &#8220;warning&#8221;, seperti pada gambar dibawah:</p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2068/2494558690_58e78ef975.jpg" alt="" width="500" height="131" /></p>
<p>Kemudian klik aja Yes, maka akan muncul layar baru (board), seperti pada gambar dibawah:</p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2199/2493740157_8bf897f88b_m.jpg" alt="" width="240" height="185" /></p>
<p>Setelah muncul layar seperti gambar diatas, maka kita perlu menempatkan komponen2 tersebut sesuai dengan desain kita, bila kita sudah menempatkannya, maka akan seperti gambar dibawah:</p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3101/2494559016_6f0b177ee5_m.jpg" alt="" width="214" height="240" /></p>
<p>Setelah menentukan dan menempatkan tata letak komponen maka kita bisa mendesain jalur pcbnya. Jalur pcb bisa dibuat secara otomatis (auto route), maupun manual. Untuk mode auto route, maka kita klik &#8220;auto&#8221;, maka akan muncul opsi seperti pada gambar dibawah:</p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3148/2493757237_c708b413e5_m.jpg" alt="" width="198" height="240" /></p>
<p>Pada contoh ini kita hanya menggunakan bottom layer sehingga pada top layer di disable (N/A=not applicable). Setelah OK, maka program akan langsung membuat jalur secara otomatis sehingga hasilnya seperti pada gambar dibawah:</p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3082/2493758685_4483a7284e_m.jpg" alt="" width="214" height="240" /></p>
<p>Setelah selesai, kita bisa langsung nge print hasil pcb gambar diatas, namun bila kita ingin menambahkan (memblok) jalur yang masih kosong yang kemudian ingin kita gabungkan denga jalur pcb yang ada (misal dengan ground) kita bisa menggunakan fasilitas &#8220;polygon&#8221;. Untuk menggunakan polygon maka kita bisa mengetikan command &#8220;poly n$X&#8221;. n$X merupakan kode dari masing2 jalur pada komponen yang bersangkutan. Untuk mengetahui nama kode jalur yang ingin kita gabungkan dengan polygon maka kita bisa memanfaatkan &#8220;info&#8221; dengan meng klik jalur yang ingin kita ketahui, sehingga akan muncul seperti pada gambar dibawah:</p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3280/2493758765_d5955b2513_m.jpg" alt="" width="240" height="187" /></p>
<p>Misal pada contoh diatas, kita ingin menggabungkan polygon dengan jalur gnd, maka kita bisa mengetikkan command &#8220;poly gnd&#8221;, seperti pada gambar dibawah:</p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3065/2493758791_366876c175_m.jpg" alt="" width="240" height="146" /></p>
<p>Kemudian pada layar akan muncul tool seperti pada gambar dibawah:</p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3047/2494578138_c7e9f907bb.jpg" alt="" width="500" height="162" /></p>
<p>Isolate digunakan untuk menentukan jarak blok dengan jalur komponen didekatnya, sedangkan spacing digunakan untuk menentukan jaring pada blok. Kemudian kita bisa memblok jalur pcb seperti pada gambar dibawah:</p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3260/2493758817_c88526f7d1_m.jpg" alt="" width="231" height="240" /></p>
<p>Setelah selesai memblok maka dengan meng klik &#8220;rastness&#8221;, maka blok yang kita buat akan menjadi seperti pada gambar dibawah:</p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2117/2494577868_2fb340ac01_m.jpg" alt="" width="240" height="238" /></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/polong.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/polong.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/polong.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/polong.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/polong.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/polong.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/polong.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/polong.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/polong.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/polong.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/polong.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/polong.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/polong.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/polong.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/polong.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/polong.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=polong.wordpress.com&amp;blog=3076900&amp;post=47&amp;subd=polong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://polong.wordpress.com/2008/05/16/desain-pcb-dengan-eagle/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/139d94c62eae5a3e0fad749694bda812?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">polong</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2379/2493737887_49a78b2df3_o.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2330/2494557490_236d46e8d5_o.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3003/2494557878_c5998a5cc0_o.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3202/2493739723_5b56aca0a3_m.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3059/2494558544_61cd03e508_m.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2260/2493739885_83d6ca17ba_m.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2068/2494558690_58e78ef975.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2199/2493740157_8bf897f88b_m.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3101/2494559016_6f0b177ee5_m.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3148/2493757237_c708b413e5_m.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3082/2493758685_4483a7284e_m.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3280/2493758765_d5955b2513_m.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3065/2493758791_366876c175_m.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3047/2494578138_c7e9f907bb.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3260/2493758817_c88526f7d1_m.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2117/2494577868_2fb340ac01_m.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>ADC pada Mikrokontroler AVR</title>
		<link>http://polong.wordpress.com/2008/05/13/adc-pada-mikrokontroler-avr/</link>
		<comments>http://polong.wordpress.com/2008/05/13/adc-pada-mikrokontroler-avr/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 01:41:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>polong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Electrical]]></category>
		<category><![CDATA[ADC]]></category>
		<category><![CDATA[avr]]></category>
		<category><![CDATA[mikrokontroler]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://polong.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Kadangkala dalam perancangan sebuah sistem berbasis mikrokontroler, masukan informasi yang akan diolah tidak selamanya dalam bentuk digital, bahkan lebih sering ditemui dalam bentuk analog. Untuk menjembatani antara mikrokontroler dengan dunia analog, maka sinyal informasi yang berbentuk analog tersebut harus terlebih dahulu dikonversi menjadi digital, sehingga mikrokontroler dapat memanipulasi data tersebut. Untuk mengubah sinyal analog tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=polong.wordpress.com&amp;blog=3076900&amp;post=45&amp;subd=polong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kadangkala dalam perancangan sebuah sistem berbasis mikrokontroler, masukan informasi yang akan diolah tidak selamanya dalam bentuk digital, bahkan lebih sering ditemui dalam bentuk analog. Untuk menjembatani antara mikrokontroler dengan dunia analog, maka sinyal informasi yang berbentuk analog tersebut harus terlebih dahulu dikonversi menjadi digital, sehingga mikrokontroler dapat memanipulasi data tersebut. Untuk mengubah sinyal analog tersebut menjadi digital, maka diperlukan perangkat yang dinamakan ADC (Analog to Digital Conversion).</p>
<p><span id="more-45"></span></p>
<p>Dipasaran sendiri terdiri macam2 ADC mulai dari 8 bit dengan kecepatan konversi yang relatif cukup untuk aplikasi2 dasar seperti pembacaan suhu, sampai dengan ADC yang memiliki kecepatan konversi yang cepat, untuk menuntut sistem yang real time. Dalam mikrokontroler AVR pada varian tertentu, seperti pada ATTiny15, ATMega8535,ATMega128 didalamnya terdapat fasilitas ADC sebesar 10 bit. Dengan ADC ini, maka seorang perancang dapat membuat sistem tanpa melakukan tambahan rangkaian eksternal. Dengan demikian maka, sistem hardware yang akan dirancang akan lebih minimalis, dan juga tentunya menghemat energi. ADC pada mikrokontroler AVR menyatu pada port mikrokontroler, sehingga bila kita ingin memanfaatkan fasilitas ADC, maka kita tidak bisa menggunakan port yang bersangkutan untuk port I/O. Untuk mengaktifkan fasilitas ADC, maka kita harus mengeset register2 yang ada pada ADC. Pada mikrokontroler AVR, referensi untuk tegangan ADC dapat dipilih sesuai dengan yang kita inginkan (dengan tegangan referensi maksimum 5 volt). Dengan referensi yang bisa dipilih ini, maka kita bisa mendapatkan data konversi ADC dengan ketelitian yang tinggi. Berikut gambar untuk memilih tegangan referensi yang diinginkan:</p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2306/2488305132_e489657ac7.jpg?v=0" alt="" width="500" height="376" /></p>
<p>Dari gambar kita bisa memilih tegangan referensi yaitu sebesar 2.56 volt yang sudah ada dalam mikrokontroler tersebut atau kita bisa memakai tegangan referensi sesuai keinginan kita melalui pin AREF. Untuk memilih tegangan referensi tersebut, kita mengeset bit REFS1,REFS0 pada register ADLAR. Selain memilih tegangan referensi yang akan dipilih, kita juga bisa memilih pin mana yang akan digunakan sebagai ADC, karena pada mikrokontroler AVR tidak hanya ada 1 pin yang bisa digunakan sebagai ADC. Pada ATMega8535 misalnya, ADC yang tersedia bahkan sampai 8 pin. Untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah:</p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3218/2488305326_cb05d56210.jpg?v=0" alt="" width="369" height="500" /></p>
<p>Untuk memilih ADC yang ingin dipilih, maka kita mengeset bit MUX4&#8230;MUX0 pada register ADMUX. Selain mengeset register ADMUX, kita juga perlu untuk mengeset register pada ADCSRA.</p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3139/2487489519_e8a1413ba3.jpg?v=0" alt="" width="500" height="83" /></p>
<p>ADEN=ADC enable, 1=mengaktifkan ADC</p>
<p>ADSC=ADC Start Conversion, 1= memulai konversi</p>
<p>ADFR=ADC free running, memilih mode ADC, 1=mode free running</p>
<p>ADIF=ADC interrupt flag, 1 ketika terjadi interupsi pada ADC</p>
<p>ADIE= ADC interrupt enable, 1=mengaktifkan interupsi ADC</p>
<p>ADPS2..0=ADC prescaller</p>
<p>Setelah kita mengeset register2 kendali pada ADC, hasil konversi ADC dapat diambil diregister ADCL dan ADCH (2 register). Berikut contoh potongan program untuk mengeset ADC, dan mengambil data hasil konversi pada single mode.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:14.2pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;">mulaiadc:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;">Idi r16, ObOllOOOOl <span> </span>; rreferensi dari AVCC, left adj, channel 1</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;">out ADMUX, r16 </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;">Idi r16, ObllOOOlll <span> </span>; enable, start, single conv, prescaier 128</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;">out ADCSRA, r16</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:14.2pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:14.2pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;">tungguselesai:<span> </span>; tunggu adc tegangan selesai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;">sbic ADCSRA, ADSC </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;">rjmp tungguselesai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;">in r17, ADCH <span> </span>; ambil data, hanya ADCH, abaikan 2 bit LSB</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;">cbi ADCSRA, 7<span> </span>; matikan ADC, untuk menghemat daya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;">out PORTC, r17 <span> </span>; tampilkan bit-bit ADCH di LED</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;">rcall tunggu <span> </span>; tunggu sebentar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;">rjmp mulaiadc<span> </span>; aktifkan ADC lagi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:14.2pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;">tunggu:<span> </span>; subrutin tunggu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;">Idi r19, $FF</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;">tunggulagi:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;">Idi r20, $FF</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;">lagi:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;">dec r20</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;">brne lagi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;">dec r19</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;">brne tunggulagi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-family:Arial;">ret</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/polong.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/polong.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/polong.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/polong.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/polong.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/polong.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/polong.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/polong.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/polong.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/polong.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/polong.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/polong.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/polong.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/polong.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/polong.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/polong.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=polong.wordpress.com&amp;blog=3076900&amp;post=45&amp;subd=polong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://polong.wordpress.com/2008/05/13/adc-pada-mikrokontroler-avr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/139d94c62eae5a3e0fad749694bda812?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">polong</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2306/2488305132_e489657ac7.jpg?v=0" medium="image" />

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3218/2488305326_cb05d56210.jpg?v=0" medium="image" />

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3139/2487489519_e8a1413ba3.jpg?v=0" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bermain-main dengan LCD Display</title>
		<link>http://polong.wordpress.com/2008/05/12/bermain-main-dengan-lcd-display/</link>
		<comments>http://polong.wordpress.com/2008/05/12/bermain-main-dengan-lcd-display/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 08:38:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>polong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Electrical]]></category>
		<category><![CDATA[LCD]]></category>
		<category><![CDATA[M1632]]></category>
		<category><![CDATA[mikrokontroler]]></category>
		<category><![CDATA[penampil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://polong.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[LCD Display merupakan salah satu media yang digunakan sebagai penampil pada sistem berbasis mikrokontroler. Selain LCD display sebenarnya ada banyak cara untuk menerjemahkan sebuah data menjadi informasi yang dapat dipahami manusia, seperti melalui led, seven segment, maupun PC. LCD display memberikan beberapa keuntungan dibandingkan dengan perangkat yang lain untuk menampilkan sebuah data, antara lain, hemat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=polong.wordpress.com&amp;blog=3076900&amp;post=44&amp;subd=polong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://digi-ware.com/pic/HighlightFEB08/char%20lcd%2016x2.jpg" alt="" width="250" height="156" /> LCD Display merupakan salah satu media yang digunakan sebagai penampil pada sistem berbasis mikrokontroler. Selain LCD display sebenarnya ada banyak cara untuk menerjemahkan sebuah data menjadi informasi yang dapat dipahami manusia, seperti melalui led, seven segment, maupun PC. LCD display memberikan beberapa keuntungan dibandingkan dengan perangkat yang lain untuk menampilkan sebuah data, antara lain, hemat energi, ringan, proses perancangan yang relatif lebih mudah, dan mampu menampilkan karakter berbasis kode ASCII, bahkan LCD display mampu menampilkan karakter sesuai denga yang kita inginkan (misalnya huruf jawa), dengan seting2 tertentu.</p>
<p><span id="more-44"></span></p>
<p>Dipasaran sendiri ada banyak macam LCD display yang tersedia, baik yang berupa grafik maupun teks. LCD display grafik mampu menampilkan data dalam bentuk image,sedangkan text akan menampilkan karakter. Salah satu LCD display dalam bentuk teks adalah M1632 yang merupakan LCD text yang mampu menampilkan 16&#215;2 karakter.  Berikut susunan pin dari LCD M1632:</p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2013/2467361254_07d20b266a_o.jpg" alt="" width="328" height="249" /></p>
<p>Fungsi masing2 pin adalah :</p>
<p>pin 1=VCC (5 volt)</p>
<p>pin2=ground</p>
<p>pin3=VEE (tegangan kontras pada LCD), semakin rendah tegangan, penampilan karakter semakin jelas</p>
<p>pin4=RS (register select), 1=register data, 0=register perintah</p>
<p>pin5=R/W, mode baca/tulis, pada kondisi normal, pin R/W=0</p>
<p>pin6=E, clock enable, logika 1 setiap pengiriman data</p>
<p>pin7-14=databus 0 &#8211; databus 7</p>
<p>selain ke-14 pin, ada juga dua pin yang letaknya terpisah yang digunakan untuk back light.</p>
<p>Sebelum dapat menggunakan LCD display, maka terlebih dahulu harus mengeset mode operasi dari LCD tersebut, atau dikenal dengan inisialisasi. Berikut contoh program untuk inisialisasi dengan menggunakan mikrokontroler AVR, dimana LCD digunakan pada mode 8 bit:</p>
<p>;=========================<br />
;routine initialisasi LCD<br />
;=========================<br />
init_LCD:<br />
rcall    tunda<br />
ldi        buffer1,$3F<br />
rcall    write_command<br />
rcall    tunda<br />
ldi        buffer1,$0D<br />
rcall    write_command<br />
rcall    tunda<br />
ldi        buffer1,$06<br />
rcall    write_command<br />
rcall    tunda<br />
ldi        buffer1,$01<br />
rcall    write_command<br />
rcall    tunda_lama<br />
ret</p>
<p>;=========================================<br />
;routine pengiriman perintah ke LCD<br />
;=========================================<br />
write_command:<br />
cbi     PORTC,LCD_RS<br />
sbi     PORTC,LCD_CS<br />
out     PORTD,buffer1<br />
nop<br />
nop<br />
nop<br />
cbi     PORTC,LCD_CS<br />
sbi     PORTC,LCD_CS<br />
ret</p>
<p>Berikut contoh potongan program untuk menampilkan karakter ke LCD (dalam mode ASCII), dimana ketika pertama kali dihidupkan akan muncul angka 123456789:<br />
ldi        buffer1,$31<br />
terus:<br />
rcall    write_data<br />
rcall    long<br />
inc        buffer1<br />
rjmp    terus</p>
<p>;=========================================<br />
;routine pengiriman data ke LCD<br />
;=========================================<br />
write_data:<br />
sbi     PORTC,LCD_RS<br />
sbi     PORTC,LCD_CS<br />
out     PORTD,buffer1<br />
nop<br />
nop<br />
nop<br />
cbi     PORTC,LCD_CS<br />
sbi     PORTC,LCD_CS<br />
ret</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/polong.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/polong.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/polong.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/polong.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/polong.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/polong.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/polong.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/polong.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/polong.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/polong.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/polong.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/polong.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/polong.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/polong.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/polong.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/polong.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=polong.wordpress.com&amp;blog=3076900&amp;post=44&amp;subd=polong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://polong.wordpress.com/2008/05/12/bermain-main-dengan-lcd-display/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/139d94c62eae5a3e0fad749694bda812?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">polong</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://digi-ware.com/pic/HighlightFEB08/char%20lcd%2016x2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2013/2467361254_07d20b266a_o.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mreteli Mainboard Jadul</title>
		<link>http://polong.wordpress.com/2008/05/12/mreteli-mainboard-jadul/</link>
		<comments>http://polong.wordpress.com/2008/05/12/mreteli-mainboard-jadul/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 05:51:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>polong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Electrical]]></category>
		<category><![CDATA[mainboard jadul]]></category>
		<category><![CDATA[mreteli]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://polong.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Seminggu yang lalu merupakan waktu yang relatif luang bagiku. Karena koneksi internet dikantor yang lambat akhirnya coba2 untuk bermain-main dengan rework station (solder uap), karena ada satu solder uap yang jarang dipake. Setelah muncul ide untuk main2 solder uap, trus mikir, kira2 apa ya yang bisa dijadikan &#8220;kelinci percobaan&#8221;, hmmm akhirnya, karena yang ada cuma [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=polong.wordpress.com&amp;blog=3076900&amp;post=42&amp;subd=polong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://www.gearxs.com/gearxs/images/p2b.jpg" alt="" width="360" height="139" />Seminggu yang lalu merupakan waktu yang relatif luang bagiku. Karena koneksi internet dikantor yang lambat akhirnya coba2 untuk bermain-main dengan rework station (solder uap), karena ada satu solder uap yang jarang dipake. Setelah muncul ide untuk main2 solder uap, trus mikir, kira2 apa ya yang bisa dijadikan &#8220;kelinci percobaan&#8221;, hmmm akhirnya, karena yang ada cuma mainboard Pentium 2, akhirnya mainboard tersebut yang dijadikan &#8220;korban&#8221;.<span id="more-42"></span></p>
<p>Setelah sesaji disiapkan, akhirnya ritual pun dimulai. Dengan mengeset solder uap pada suhu 380 derajat celcius dan menunggu 30 detik untuk memastikan sudah panas (saat sudah panas dapat dicek dengan menyemburkan uap pada timah jarak 1 cm, dan bila timah tersebut meleleh, maka solder uap bisa dipake).</p>
<p><img src="http://www.howardelectronics.com/xytronic/Images/LF_1000.jpg" alt="" width="300" height="211" /></p>
<p>Komponen pertama yang akan kucabut adalah mikrokontroler AT90S1200, trus aku terusin ke IC2 TTL seperti 7400 yang berbentuk SMD, trus ada juga sensor suhu yang sudah terdapat ADC didalamnya (hanya 8 pin lagi), trus nyopot FET untuk catu prosesor (lumayan dapat 2 FET dengan kemampuan sampe 40 A), trus dapat juga driver untuk UART. Setelah dipreteli kemudian cek komponen tersebut, dan, hmmmm, ternyata komponen2 tersebut masih berfungsi, cuma untuk mikrokontrolernya terkunci. Setelah selesai main2 dengan menggunakan solder uap, kini saatnya mreteli koneksi2 seperti soket UART (COM1,COM2), soket PS/2 dan soket USB. Untuk melepas soket2 ini aku tidak menggunakan solder uap, tapi hanya  menggunakan solder biasa dengan daya 40 watt. Untuk melepas ini diperlukan attraktor (penyedot timah) yang vakum.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/polong.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/polong.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/polong.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/polong.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/polong.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/polong.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/polong.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/polong.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/polong.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/polong.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/polong.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/polong.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/polong.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/polong.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/polong.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/polong.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=polong.wordpress.com&amp;blog=3076900&amp;post=42&amp;subd=polong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://polong.wordpress.com/2008/05/12/mreteli-mainboard-jadul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/139d94c62eae5a3e0fad749694bda812?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">polong</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.gearxs.com/gearxs/images/p2b.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.howardelectronics.com/xytronic/Images/LF_1000.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Memperbaiki flash disk mati</title>
		<link>http://polong.wordpress.com/2008/05/12/memperbaiki-flash-disk-mati/</link>
		<comments>http://polong.wordpress.com/2008/05/12/memperbaiki-flash-disk-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 05:14:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>polong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://polong.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya cerita ini dah lama, tapi iseng2 aja nulis buat menuhin blogku. Jadi suatu ketika (kayak dongeng aja), aku diberi flash disk bermasalah oleh temenku, kecil sih, cuma 128 MB. Flash disk ini bisa terdeteksi oleh PC bila bodi flash disk ditekan. hmmm, akhirnya setelah beberapa hari menggunakan flash disk ini dengan sedikit kekerasan, akhirnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=polong.wordpress.com&amp;blog=3076900&amp;post=41&amp;subd=polong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya cerita ini dah lama, tapi iseng2 aja nulis buat menuhin blogku. Jadi suatu ketika (kayak dongeng aja), aku diberi flash disk bermasalah oleh temenku, kecil sih, cuma 128 MB. Flash disk ini bisa terdeteksi oleh PC bila bodi flash disk ditekan. hmmm, akhirnya setelah beberapa hari menggunakan flash disk ini dengan sedikit kekerasan, akhirnya muncul rasa kasihan juga terhadap flash disk ini. Akhirnya dengan modal nekad, flash disk ini kubongkar. Ternyata setelah dibongkar, pada bagian catu daya flash disk tersebut (bagian tepi), tersambung tidak sempurna, karena sudah uzur kali ya. Akhirnya coba disolder bagian yang tersambung tidak sempurna tersebut. Setelah disolder kemudian coba pasang ke PC dan ternyata berhasil. Setelah berhasil aku mencoba untuk menutup kembali flash disk tersebut, namun apa yang terjadi??? ternyata &#8220;baju&#8221; penutup flash disk tersebut telah terkoyak, akhirnya flash disk tersebut kemana2 gak pake baju.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/polong.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/polong.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/polong.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/polong.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/polong.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/polong.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/polong.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/polong.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/polong.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/polong.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/polong.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/polong.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/polong.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/polong.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/polong.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/polong.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=polong.wordpress.com&amp;blog=3076900&amp;post=41&amp;subd=polong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://polong.wordpress.com/2008/05/12/memperbaiki-flash-disk-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/139d94c62eae5a3e0fad749694bda812?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">polong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bermain-main dengan MOC302x</title>
		<link>http://polong.wordpress.com/2008/05/12/bermain-main-dengan-moc302x/</link>
		<comments>http://polong.wordpress.com/2008/05/12/bermain-main-dengan-moc302x/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 02:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>polong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Electrical]]></category>
		<category><![CDATA[MOC3021]]></category>
		<category><![CDATA[solid state relay]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://polong.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Ketika mengambil judul tugas akhir, pernah aku menggunakan komponen dengan seri MOC3021. Komponen ini merupakan opto isolator yang digunakan sebagai antar muka (interface) antara peralatan dengan menggunakan tegangan DC (seperti mikrokontroler, PC), dengan peralatan yang menggunakan tegangan AC (lampu, motor listrik). Ketika tugas akhir, komponen ini kugunakan sebagai antar muka untuk mengendalikan lampu dimmer dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=polong.wordpress.com&amp;blog=3076900&amp;post=40&amp;subd=polong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika mengambil judul tugas akhir, pernah aku menggunakan komponen dengan seri MOC3021. Komponen ini merupakan opto isolator yang digunakan sebagai antar muka (interface) antara peralatan dengan menggunakan tegangan DC (seperti mikrokontroler, PC), dengan peralatan yang menggunakan tegangan AC (lampu, motor listrik). Ketika tugas akhir, komponen ini kugunakan sebagai antar muka untuk mengendalikan lampu dimmer dari mikrokontroler. Rangkaian penggeraknya sendiri menggunakan triac, sehingga kendali triac dengan menggunakan MOC3021 lebih mudah, karena hanya memberi pulsa tertentu pada trigger MOC3021.</p>
<p><span id="more-40"></span></p>
<p>Setelah sekian lama tidak lagi menggunakan komponen tersebut, beberapa waktu yang lalu, ada temen yang minta dibuatkan alat untuk mengaktifkan satu peralatan. Prinsip dari peralatan yang ingin dibangun hanyalah semacam multiplexer, namun komunikasi yang ada merupakan komunikasi dua arah (bidirectional). Setelah coba2 selama 2 minggu dan tidak menemukan hasil yang diinginkan, akhirnya kepikiran tentang komponen yang pernah aku jumpai. Ya, komponen itu adalah MOC3020. Sebenarnya ingin nyari yang seri MOC3021 karena harga yang lebih murah, namun karena tidak ada, ya udah dapet yang MOC3020, dengan harga yang lebih mahal. Setelah dibaca di datasheet ternyata, seri ini mampu mengalirkan arus trigger yang lebih besar (mungkin ini alasan kenapa lebih mahal). Setelah dapat komponen akhirnya aku mencoba untuk memanfaatkan komponen MOC3020 ini bukan sebagai solid state relay ataupun pengendali lampu dimmer, namun aku gunakan untuk mengendalikan laju data dua arah. Akhirnya dengan menggunakan resistor 330 ohm untuk pembatas arus pada trigger, dicobalah MOC3021 untuk mengendalikan laju data. Dan ternyata bisa. Hmmm, akhirnya aku bisa merancang sebuah alat untuk memilih peralatan yang bisa komunikasi hanya dengan komponen yang relatif kecil (hanya 6 pin).</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/polong.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/polong.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/polong.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/polong.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/polong.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/polong.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/polong.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/polong.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/polong.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/polong.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/polong.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/polong.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/polong.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/polong.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/polong.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/polong.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=polong.wordpress.com&amp;blog=3076900&amp;post=40&amp;subd=polong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://polong.wordpress.com/2008/05/12/bermain-main-dengan-moc302x/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/139d94c62eae5a3e0fad749694bda812?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">polong</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
