Asam Folat (Folic Acid) Dapat Mengurangi Kadar Arsenik Dalam Darah

Asam folat yang banyak ditemukan dalam sayuran segar, ternyata dapat mengurangi kadar arsenik dalam darah orang yang menyerap racun air tanah dalam jangka panjang, demikian penemuan penelitian di Banglades.

Arsenik adalah suatu racun yang secara alami tersedia dalam tanah dan air. Keracunan arsenik kronis dapat terjadi setelah serapan jangka panjang terhadap air minum yang tercemar arsenik dan kemudian dihubungkan dengan penyakit kanker kulit, kanker kandung kemih dan hati, luka kulit serta penyakit jantung.

Serapan arsenik secara kronis mempengaruhi 100 juta orang di seluruh dunia. Terutama sangat hebat melanda negara Banglades, dimana berjuta-juta sumur tabung dangkal yang telah dipasang sejak tahun 1970 an, untuk menyediakan air minum yang dianggap aman hingga tahun 1993, akan tetapi ternyata ditemukan telah terkontaminasi arsenik.

Pada penelitian yang dibiayai oleh National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS) dari National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat, para peneliti menemukan bahwa dengan mengkonsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari dapat mengurangi kadar arsenik total dalam darah 14 % populasi Bangladesh.

Penelitian tersebut diterbitkan bulan Oktober 2007, dikeluarkan oleh the American Journal of Clinical Nutrition.

Folat adalah vitamin B yang ditemukan dalam sayuran segar, buah-buahan yang mengandung citrus, kacang-kacangan dan semua padi-padian. Asam folat juga dapat diminum sebagai suplemen vitamin. Di Amerika Serikat, kandungan tersebut ditambahkan ke dalam tepung dan makanan berkhasiat lainnya.

“Penambahan asam folat dapat meningkatkan detoksifikasi arsenik ke suatu format yang lebih siap dikeluarkan oleh air seni,” kata Mary Gamble Ketua Penelitian dari Universitas Columbia.

“Hasil penelitian ini menyarankan suatu penambahan gizi yang sederhana dan murah, yang dapat membantu mencegah sebagian gangguan kesehatan jangka panjang akibat serapan arsenik dalam populasi yang memiliki tingkat resiko tinggi.”

Kadar arsenik dalam air minum di beberapa bagian Banglades mencapai 100 kali dari ambang batas 10 mikrogram per liter, ukuran standar yang ditetapkan World Health Organization (WHO).

Dalam penelitian tersebut, 200 peserta yang kekurangan asam folat minum tablet 400 mikrogram asam folat per hari atau suatu placebo (terapi atau penyembuhan melalui pemberian obat yang sebenarnya tidak berkhasiat atau melalui faktor religius) selama 12 minggu, dan peneliti juga mengambil sampel darah dan air seni di permulaan dan akhir penelitian itu.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dosis dan jangka waktu perawatan yang optimal, kata peneliti.
sumber:erabaru.or.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: